Di sepanjang garis pantai Indonesia yang rawan gempa dan tsunami, BMKG menempatkan pos pemantauan tsunami untuk menjaga keselamatan jutaan jiwa.
Namun, banyak dari titik-titik strategis ini berada di lokasi terpencil yang tidak terjangkau listrik PLN dan rentan terhadap gangguan cuaca serta logistik.
PLTS 600 WP dari Krisna Energi hadir menjawab tantangan ini. Dengan sistem yang ringan, tangguh, dan mudah dipasang, PLTS ini menjaga alat sensor, transmisi data, dan sistem komunikasi tetap menyala—24 jam nonstop, kapan pun bencana bisa datang.
- Solar Module: 3 unit @200 WP
- Baterai VRLA: 2 unit @12V / 150Ah
- Inverter Pure Sine Wave: 1.000 Watt
- Controller 20A + Box SHS & Saklar
- Kabel Power & Briket Solar Panel: 1 set instalasi lengkap
- Dirancang untuk mendukung kebutuhan dasar sistem monitoring tsunami: mulai dari pengoperasian sensor buoy, tide gauge, repeater radio, hingga pencahayaan darurat.
- Data Tidak Boleh Terputus
Informasi dari pos pantau tsunami harus terus mengalir ke pusat, bahkan saat badai, gempa, atau malam hari.
- Tahan Medan & Cuaca Ekstrem
Panel dan baterai tahan korosi, cocok untuk lingkungan pesisir dengan kelembaban tinggi dan angin laut yang kuat.
- Sistem Minimalis, Output Maksimal
Cukup untuk perangkat vital, tanpa memerlukan genset atau suplai bahan bakar dari luar.
Memastikan peringatan dini dapat dikirim dalam hitungan detik saat potensi tsunami terdeteksi.
Kami juga menyediakan paket PLTS dengan kapasitas sebagai berikut:
Dapat Ditambahkan (Opsional):
Mengawasi visual garis pantai secara terus-menerus.
Menghubungkan pos pantau langsung ke pusat BMKG melalui jalur satelit meskipun di area blank spot.
Keduanya bisa menggunakan PLTS 600 WP sebagai sumber listrik utamanya.
Hubungi Krisna Energi – Untuk Pos Pantau yang Tetap Menyala di Tengah Bencana